Kamis, 16 Mei 2013
UPAYA MAHASISWA DALAM BELA NEGARA
Upaya Mahasiswa Dalam Bela Negara
A. Masa Perjuangan Pergerakan Nasional.
Sejarah perjuangan pergerakan nasional dimulai sebagai babakan baru dengan lahirnya gerakan “BOEDI OETOMO” pada tanggal 20 Mei 1908 oleh para mahasiswa STOVIA Jakarta. BOEDI OETOMO merupakan wadah pergerakan kebangsaan yang kemudian menentukan perjuangan nasional selanjutnya. Dengan lahirnya gerakan ini, maka terdapat cara dan kesadaran baru dalam kerangka perjuangan bangsa menghadapi kolonial Belanda dengan membentuk organisasi berwawasan nasional. Organisasi ini merupakan salah satu upaya nyata untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dan selanjutnya terbentuklah berbagai organisasi perjuangan yang lain, seperti Syarikat Dagang Islam, Indische Partij dan lain sebagainya.
Mahasiswa Indonesia di negeri Belanda pada tahun 1908 mendirikan Indische Verenigde (VI) yang berubah menjadi Perkoempoelan Indonesia (PI), kemudian pada tahun 1922 berubah lagi menjadi Perhimpoenan Indonesia (PI). Sejak itu hingga tahun 1924 PI tegas menuntut kemerdekaan Indonesia, hingga pada dekade ini, para pemuda mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri telah membuka lembaran baru bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan Indonesia melalui forum luar negeri.
Perhimpoenan Indonesia (PI-1922), Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI-1926) dan Pemoeda Indonesia (1927) merupakan organisasi pemuda dan mahasiswa yang memiliki andil besar dalam merintis dan menyelenggarakan Kongres Pemoeda Indonesia tahun 1928, kemudian tercetuslah “Soempah Pemoeda”. Dengan demikian, semangat persatuan dan kesatuan semakin kuat menjadi tekad bagi setiap pemuda Indonesia dalam mencapai cita-cita Indonesia merdeka.
KEKUATAN-KEKUATAN FISIK DAN LINGKUNGAN
KEKUATAN -KEKUATAN FISIK DAN LINGKUNGAN
A. Relevansi empat unsur geografi.
1) Lokasi
Dimana letak sebuah negara, siapa tetangganya, dan apa ibukotanya serta kota-kota besarnya seharusnya merupakan bagian dari pengetahuan umum semua pelaku bisnis internasional. lokasipenting karena merupakan faktor untuk menerangkan politik dan hubungan perdagangan sebuah bangsa, banyak di antaranya yang secara langsung mempengaruhi operasi perusahaan.
§ Hubungan politik
Pada puncak perang dingin, lokasi Austria memungkinkan negeri itu menjadi jembatan politik antara bangsa-bangsa non komunis di barat dan bangsa-bangsa komunis di timur. negeri ini berbatasan di sebelah barat dengan Jerman, Italia, dan Swiss, dan di sebelah timur dengan Cekoslowakia, Hongaria, dan Yugoslavia. Selain itu, netralitas politik Austria membuatnya sebagai lokasi yang populer untuk kantor -kantor perusahaan internasional yang melayani operasinya di eropa timur. Karena perubahan-perubahan politik dan ekonomi akhir-akhir ini baik di eropa barat maupun timur, Austria mengambil keuntungan dari lokasinya untuk meningkatkan perdagangan dengan timur, menjadi perantara keuangan utama antara kedua kawasan, dan memperkuat peranannya sebagai kantor pusat regional bagi operasi bisnis internasional di eropa timur.
Langganan:
Postingan (Atom)